SMK PGRI 3 Bantu Lombok dan Palu


MALANG – Aksi kepedulian untuk Palu terus mengalir. Salah satunya dari SMK PGRI 3 Kota Malang. Bertekad meringankan beban masyarakat Palu, SMK PGRI 3 Malang menggalang donasi dari para siswa, Senin-Jumat (1-5/10). Total perolehan donasi mencapai Rp 11.156.000 terdiri dari siswa kelas X dan XII yang mencapai lebih dari Rp 9 juta, sisanya berasal dari orang tua dan beberapa aksi di luar sekolah.

Antusiasme siswa dalam membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sangat luar biasa. Bahkan beberapa siswa memiliki inisiatif sendiri untuk memberikan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok.

“Untuk penyaluran donasi yang terkumpul ini kami masih berusaha mencari yang terbaik, sampai saat ini masih menunggu karena ada beberapa alumni yang ingin menyumbang baju dan lain-lain, apakah ini nantinya disalurkan melalui lembaga lain ataukah kami sendiri yang terjun ke sana,” ungkap staff kesiswaan SMK PGRI 3 Malang, Samsudin, S.HI.

Ia melanjutkan, penggalangan dana ini dikoordinir oleh anggota OSIS yang selanjutnya diserahkan ke kesiswaan SMK PGRI 3 Malang. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap pagi selama lima hari sebelum pembelajaran berlangsung.
“Donasi yang terkumpul tersebut baru dari siswa, sementara ini masih belum menggalang dari guru bahkan masih menahan alumni untuk memberikan donasi lantaran masih mencari celah untuk penyalurannya,” terang Samsudin.
Terlebih saat ini sekolah masih mencari info bantuan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat Palu. Untuk donasi, SMK PGRI 3 Malang tidak pernah menargetkan berapa nilai yang harus diberikan, nilai bukanlah acuan yang terpenting yakni membiasakan siswa untuk membantu sesama dengan penuh keikhlasan.

Sebelumnya, SMK PGRI 3 Malang juga telah mengirimkan 15 relawan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Lombok yang terkena bencana gempa. Bantuan yang diberikan yakni berupa servis motor gratis dan instalasi listrik.

Humas SMK PGRI 3 Malang sekaligus Koordinator tim ekspedisi Lombok, Riyandi Agung Saputro, S.Or, mengungkapkan, selama kurang lebih dua minggu tim ekspedisi ini menyasar tiga titik yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Barat.
“Titik pertama yang kami kunjungi adalah Kabupaten Lombok Timur di Desa Sambelia ngecamp di SMA N 1 Sambelia selama tiga hari yang dikerjakan yakni servis motor grartis dengan setiap harinya rata-rata 40 unit motor,” ungkap Riyan, sapaan akrabnya.

Sedangkan tim listrik membenahi instalasi listrik yang ada di Polindes Desa Bakik Manis Kecamatan Sambelia dan MTs. Darus Solikhin yang materannya hancur karena tertimpa bangunan sehingga tim membangun instalasi ulang. Tak hanya itu bahkan tim ekspedisi Lombok SMK PGRI 3 Malang juga memperbaiki beberapa rumah warga di Desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia.

Titik selanjutnya yang dikunjungi yakni di Kabupaten Lombok Utara tepatnya ngecamp di SMAN 1 Tanjung yang merupakan titik gempa terdasyat (7,2 SR). Kegiatan yang dilakukan sama yakni memperbaiki motor warga dan membenahi instalasi listrik di sana. Setiap harinya tim ekspedisi Lombok SMK PGRI 3 Malang memperbaiki 30 motor atau sekitar 90 motor selama tiga hari serta  memperbaiki instalasi listrik di Pauda dan TK Mandiri di Desa Medana Kecamatan Pemenang. Sedangkan titik terakhir yang dikunjungi yakni Gunung Sari Kabupaten  Lombok Barat.

“Kami juga berhasil menjalankan misi kami yakni menghampiri beberapa siswa SMK PGRI 3 Malang yang keluarganya terdampak gempa di Desa Sembalun tepat di bawah lereng Gunung Rinjani, bertemu dengan orang tua siswa menyampaikan langsung keprihatinan kami, memberikan santunan dari para guru, dan beasiswa pendidikan selama 3 tahun di SMK PGRI 3 Malang gratis,” pungkasnya. (lin/adv/oci)

sumber : https://malang-post.com

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *