hujan datang keluhkan pasar bocor


KEPANJEN – Keresahan hinggap di hati para pedagang Pasar Kepanjen. Bagaimana tidak, saat musim hujan, kondisi pasar selalu bocor. Tak terkecuali, Selasa (27/11) lalu bocor terjadi di hampir setiap blok di pasar tersebut.

Esti Handayani, salah satu pedagang Pasar Kepanjen, mengaku bocor terjadi saat hujan turun pukul 14.00. Air tak hanya menetes, tapi jatuh dengan sangat deras.  Dia yang menempati blok C pasar tersebut pun terpaksa harus menepikan dagangannya, untuk mengantisipasi terkena air dari atap yang bocor.

”Begitu hujan mengguyur, langsung kami menepikan barang dagangan, karena kalau tidak begitu basah semua,’’ ungkapnya. Ucapan yang sama juga keluar dari mulut Hj Abadiyah. Pedagang yang menempati lapak di Blok C-36 ini mengaku sangat resah saat hujan mengguyur.

Alasannya bukan sekadar bocor, tapi air hujan juga masuk ke tokonya. ”Di atas ini ada sambungan dan berlubang sangat besar. Jadi saat hujan airnya langsung jatuh ke toko kami. Termasuk kemarin,’’ katanya.
Abadiyah mengatakan, awalnya air hanya menetes lepan. Tapi seiring dengan bertambah derasnya hujan, air yang jatuh pun semakin kencang, hingga kemudian masuk ke tokonya. ”Kemarin kami memilih tutup saat air terus menerus masuk,’’ katanya.
Air yang masuk ke tokonya pun tak pelak memasahi sebagai barang dagangan berupa pakaian itu.  Sementara di Blok Kering, Pasar Kepanjen, kebocoran juga terjadi saat hujan mengguyur Selasa (27/11) lalu. (ira/mar)

sumber : https://www.malang-post.com

Share Button

Guru Berprestasi Dapat Penghargaan


BATU – Pemkot Batu memberikan penghargaan kepada `guru berprestasi dalam festival menulis dan inovasi pembelajaran  tingkat kota bersamaan upacara Hari Guru Nasional (HGN) di Stadion Brantas, Senin (26/11). Dalam festival menulis, juara diraih Drs. Barokah Santoso M.Ed dari SMPN 2 Batu, juara kedua Dian Yuphi Anggraeni S.Pd dari TK Citra Bunda Batu dan juara ketiga Diani Kusumawati S.Pd dari SMPN 2 Batu. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang juga inspektur upacara.
Selain festival menulis, ada juga lomba inovasi pembelajaran guru. Juara diraih Hermina Mauludiyah M.Pd dari SDN Sisir 3, juara kedua Ana Puji Astuti M.Pd dari SMPN 2 Batu, dan Juara ketiga adalah Zakki Fitroni M.Pd dari SMP Muhammadiyah 8 Batu. Penghargaan berupa piagam dan uang secara simbolis untuk kategori ini diserahkan oleh Forpimda Kota Batu.

Dewanti Rumpoko M.Si yang bertindak sebagai inspektur upacara sangat mengapresiasi jasa para guru. Sesuai dengan tema Hari Guru Nasional 2018, yakni Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI, dia berharap, mereka terus meningkatkan profesionalisme dalam mengajar.
“Peningkatan profesionalisme ini menyangkut sikap mental dan komitmen guru selalu meningkatkan kualitas. Guru harus memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Dewanti.

Dia menjelaskan, beratnya tugas yang diemban guru,  pihaknya terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru. “Dengan revolusi industri seperti saat ini, guru harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat. Selain itu guru juga harus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan dalam rangka mempersiapkan SDM yang unggul,” bebernya.

Pada peringatan HGN, dia juga mengajak guru terus membangun peradaban sehingga generasi muda menjadi warga yang berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter.
Sementara itu Ketua PGRI Kota Batu, Samun berharap, melalui peringatan HGN ini Pemkot Batu bisa menyelesaikan permasalahan. Permasalahan itu mulai gaji guru honorer agar di atas UMK hingga kekurangan guru segera teratasi.
“Kami berharap, permasalahan guru di Kota Batu bisa segera diatasi bersama. Jika guru sejahtera, setidaknya berbagai prestasi akan diukir. Tidak hanya guru, tetapi bagi anak didiknya juga lebih berprestasi,” imbuhnya.

Hadir dalam upacara, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo,  Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto SIK M.Si, Kajari Batu Nur Chusniah M.H, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud, Sekda Zadiem Efisiensi serta Kepala OPD Kota Batu. Para guru dari sekolah-sekolah di kota wisata ini menjadi peserta upacara HGN. (eri/feb)

 

sumber : https://www.malang-post.com

Share Button

Hapus Stigma Negatif pada ODHA

MALANG – Memperingati Hari AIDS se Dunia, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang tergabung dalam  Medical Student Committee of International Affair (MSCIA) mengadakan selebrasi bertajuk World AIDS Day Back to 90’s yang digelar di perpusatakaan UB pada Jumat (29/11).
Selebrasi diisi dengan kegiatan penyuluhan keliling mendatangi setiap civitas kampus untuk menjelaskan, mengedukasi berbagai hal mengenai isu HIV AIDS. MSCIA UB juga membawa misi mengajak setiap orang menghapus stigma negative yang sering dilekatkan kepada survivor (korban) HIV AIDS atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Masih banyak orang yang enggan atau khawatir bergaul dengan korban HIV AIDS. Meskipun penyakit ini sangat mematikan, media penyebaran dan penularan untuk virus HIV AIDS tidak bisa melalui udara atau saat berbicara tatap muka. Biasanya virus ini menular melalui kegiatan khusus, seperti seks bebas atau penggunaan jarum suntik secara bergantian dan lain lain.

“Kami ingin meningkatkan awareness mereka terhadap HIV ini sendiri. Penyebarannya tidak dengan salaman saja terus tertular kan tidak. Kami berharap pikiran mereka terbuka dan kalau ketemu dengan orang HIV tidak takut lagi sehingga tidak merasa terdiskriminasi,” jelas Aulia Kezia Mulyazhara, ketua pelaksana World Aids Day Back to 90’s.
Rangkaian World Aids Day ini sudah diawali sejak jauh hari, dimulai dengan membentuk komunitas yang peduli tentang isu HIV AIDS yang beranggotakan siswa SMA. Setelah membentuk komunitas, MSCIA mengajak komunitas tersebut untuk mengedukasi kembali kepada teman teman sebayanya. Selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh kondisi real dilapangan, MSCIA mengadakan tes VCT (voluntary counseling and testing) terhadap suatu populasi.

“Kita juga ada tes vct kepada populasi kunci, yaitu populasi orang yang beresiko tinggi terkena HIV AIDS, seperti di lapas atau anak jalanan, tahun ini kami mengadakan di komunitas anak jalanan, yaitu di komunitas Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur, Alhamdulillah hasilnya negative HIV semua,” ungkap Kezia, sapaannya.
Kezia pun berharap, dengan adanya serangkaian kegiatan peringatan hari Aids sedunia ini, masyarakat lebih bisa peduli dan waspada terhadap penyakit HIV AIDS namun juga tidak memandang negative terhadap para survivor AIDS. (mp2/sir/aim)

sumber : https://www.malang-post.com

Share Button