Hapus Stigma Negatif pada ODHA

MALANG – Memperingati Hari AIDS se Dunia, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang tergabung dalam  Medical Student Committee of International Affair (MSCIA) mengadakan selebrasi bertajuk World AIDS Day Back to 90’s yang digelar di perpusatakaan UB pada Jumat (29/11).
Selebrasi diisi dengan kegiatan penyuluhan keliling mendatangi setiap civitas kampus untuk menjelaskan, mengedukasi berbagai hal mengenai isu HIV AIDS. MSCIA UB juga membawa misi mengajak setiap orang menghapus stigma negative yang sering dilekatkan kepada survivor (korban) HIV AIDS atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Masih banyak orang yang enggan atau khawatir bergaul dengan korban HIV AIDS. Meskipun penyakit ini sangat mematikan, media penyebaran dan penularan untuk virus HIV AIDS tidak bisa melalui udara atau saat berbicara tatap muka. Biasanya virus ini menular melalui kegiatan khusus, seperti seks bebas atau penggunaan jarum suntik secara bergantian dan lain lain.

“Kami ingin meningkatkan awareness mereka terhadap HIV ini sendiri. Penyebarannya tidak dengan salaman saja terus tertular kan tidak. Kami berharap pikiran mereka terbuka dan kalau ketemu dengan orang HIV tidak takut lagi sehingga tidak merasa terdiskriminasi,” jelas Aulia Kezia Mulyazhara, ketua pelaksana World Aids Day Back to 90’s.
Rangkaian World Aids Day ini sudah diawali sejak jauh hari, dimulai dengan membentuk komunitas yang peduli tentang isu HIV AIDS yang beranggotakan siswa SMA. Setelah membentuk komunitas, MSCIA mengajak komunitas tersebut untuk mengedukasi kembali kepada teman teman sebayanya. Selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh kondisi real dilapangan, MSCIA mengadakan tes VCT (voluntary counseling and testing) terhadap suatu populasi.

“Kita juga ada tes vct kepada populasi kunci, yaitu populasi orang yang beresiko tinggi terkena HIV AIDS, seperti di lapas atau anak jalanan, tahun ini kami mengadakan di komunitas anak jalanan, yaitu di komunitas Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur, Alhamdulillah hasilnya negative HIV semua,” ungkap Kezia, sapaannya.
Kezia pun berharap, dengan adanya serangkaian kegiatan peringatan hari Aids sedunia ini, masyarakat lebih bisa peduli dan waspada terhadap penyakit HIV AIDS namun juga tidak memandang negative terhadap para survivor AIDS. (mp2/sir/aim)

sumber : https://www.malang-post.com

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *