Kader OSIS terbaik 2018-2019

Menjadi kader OSIS tentunya bukan sebuah tugas yang mudah, banyak hal yang harus dilakukan, banyak tugas yang harus dikerjakan, harus menjadi contoh untuk siswa yang lain, belum lagi sebagai OSIS harus tetap belajar seperti halnya siswa yang lain.
Berbagai kegiatan yang diadakan oleh Wakasis, Kepala Sekolah, ada Even Nasional, Even keagamaan, bahkan harus keliling kelas untuk menarik kAS OSIS. Tentu itu bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu Kepala SMP NU Riyadlul Qur’an telah membuat sebuah pengamatan yaitu mencari kader OSIS TERBAIK, sebagai apresiasi untuk kerja keras yang dilakukan dan agar memberikan motivasi bagi kader yang lain.
Setelah ditentukan oleh tim khusus, akhirnya ditentukan siapa OSIS terbaik dan pada waktu APEL Pelantikan Penggalang 2019 diumumkan oleh Bapak Kepala sekolah Mawang Haji Wijaya. Lc. Didepan seluruh siswa SMP NU Riyadlul Quran, dengan diberikan sebuah piagam dan kado spesial.
Siapakah yang terpilih?
1. Syarif hidayatulloh kelas 9C
2. Nur Habibah kelas 8C
Selamat atas dedikasi tinggi yang dilakukan selama ini di OSIS SMP NU Riyadlul Quran, mereka layak. Mendapat apresiasi.

Semoga OSIS semakin Solid dan bersemangat dalam memajukan sekolah.
Bravo
Share Button

hujan datang keluhkan pasar bocor


KEPANJEN – Keresahan hinggap di hati para pedagang Pasar Kepanjen. Bagaimana tidak, saat musim hujan, kondisi pasar selalu bocor. Tak terkecuali, Selasa (27/11) lalu bocor terjadi di hampir setiap blok di pasar tersebut.

Esti Handayani, salah satu pedagang Pasar Kepanjen, mengaku bocor terjadi saat hujan turun pukul 14.00. Air tak hanya menetes, tapi jatuh dengan sangat deras.  Dia yang menempati blok C pasar tersebut pun terpaksa harus menepikan dagangannya, untuk mengantisipasi terkena air dari atap yang bocor.

”Begitu hujan mengguyur, langsung kami menepikan barang dagangan, karena kalau tidak begitu basah semua,’’ ungkapnya. Ucapan yang sama juga keluar dari mulut Hj Abadiyah. Pedagang yang menempati lapak di Blok C-36 ini mengaku sangat resah saat hujan mengguyur.

Alasannya bukan sekadar bocor, tapi air hujan juga masuk ke tokonya. ”Di atas ini ada sambungan dan berlubang sangat besar. Jadi saat hujan airnya langsung jatuh ke toko kami. Termasuk kemarin,’’ katanya.
Abadiyah mengatakan, awalnya air hanya menetes lepan. Tapi seiring dengan bertambah derasnya hujan, air yang jatuh pun semakin kencang, hingga kemudian masuk ke tokonya. ”Kemarin kami memilih tutup saat air terus menerus masuk,’’ katanya.
Air yang masuk ke tokonya pun tak pelak memasahi sebagai barang dagangan berupa pakaian itu.  Sementara di Blok Kering, Pasar Kepanjen, kebocoran juga terjadi saat hujan mengguyur Selasa (27/11) lalu. (ira/mar)

sumber : https://www.malang-post.com

Share Button

Guru Berprestasi Dapat Penghargaan


BATU – Pemkot Batu memberikan penghargaan kepada `guru berprestasi dalam festival menulis dan inovasi pembelajaran  tingkat kota bersamaan upacara Hari Guru Nasional (HGN) di Stadion Brantas, Senin (26/11). Dalam festival menulis, juara diraih Drs. Barokah Santoso M.Ed dari SMPN 2 Batu, juara kedua Dian Yuphi Anggraeni S.Pd dari TK Citra Bunda Batu dan juara ketiga Diani Kusumawati S.Pd dari SMPN 2 Batu. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang juga inspektur upacara.
Selain festival menulis, ada juga lomba inovasi pembelajaran guru. Juara diraih Hermina Mauludiyah M.Pd dari SDN Sisir 3, juara kedua Ana Puji Astuti M.Pd dari SMPN 2 Batu, dan Juara ketiga adalah Zakki Fitroni M.Pd dari SMP Muhammadiyah 8 Batu. Penghargaan berupa piagam dan uang secara simbolis untuk kategori ini diserahkan oleh Forpimda Kota Batu.

Dewanti Rumpoko M.Si yang bertindak sebagai inspektur upacara sangat mengapresiasi jasa para guru. Sesuai dengan tema Hari Guru Nasional 2018, yakni Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI, dia berharap, mereka terus meningkatkan profesionalisme dalam mengajar.
“Peningkatan profesionalisme ini menyangkut sikap mental dan komitmen guru selalu meningkatkan kualitas. Guru harus memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Dewanti.

Dia menjelaskan, beratnya tugas yang diemban guru,  pihaknya terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru. “Dengan revolusi industri seperti saat ini, guru harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat. Selain itu guru juga harus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan dalam rangka mempersiapkan SDM yang unggul,” bebernya.

Pada peringatan HGN, dia juga mengajak guru terus membangun peradaban sehingga generasi muda menjadi warga yang berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter.
Sementara itu Ketua PGRI Kota Batu, Samun berharap, melalui peringatan HGN ini Pemkot Batu bisa menyelesaikan permasalahan. Permasalahan itu mulai gaji guru honorer agar di atas UMK hingga kekurangan guru segera teratasi.
“Kami berharap, permasalahan guru di Kota Batu bisa segera diatasi bersama. Jika guru sejahtera, setidaknya berbagai prestasi akan diukir. Tidak hanya guru, tetapi bagi anak didiknya juga lebih berprestasi,” imbuhnya.

Hadir dalam upacara, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo,  Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto SIK M.Si, Kajari Batu Nur Chusniah M.H, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud, Sekda Zadiem Efisiensi serta Kepala OPD Kota Batu. Para guru dari sekolah-sekolah di kota wisata ini menjadi peserta upacara HGN. (eri/feb)

 

sumber : https://www.malang-post.com

Share Button

Hapus Stigma Negatif pada ODHA

MALANG – Memperingati Hari AIDS se Dunia, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang tergabung dalam  Medical Student Committee of International Affair (MSCIA) mengadakan selebrasi bertajuk World AIDS Day Back to 90’s yang digelar di perpusatakaan UB pada Jumat (29/11).
Selebrasi diisi dengan kegiatan penyuluhan keliling mendatangi setiap civitas kampus untuk menjelaskan, mengedukasi berbagai hal mengenai isu HIV AIDS. MSCIA UB juga membawa misi mengajak setiap orang menghapus stigma negative yang sering dilekatkan kepada survivor (korban) HIV AIDS atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Masih banyak orang yang enggan atau khawatir bergaul dengan korban HIV AIDS. Meskipun penyakit ini sangat mematikan, media penyebaran dan penularan untuk virus HIV AIDS tidak bisa melalui udara atau saat berbicara tatap muka. Biasanya virus ini menular melalui kegiatan khusus, seperti seks bebas atau penggunaan jarum suntik secara bergantian dan lain lain.

“Kami ingin meningkatkan awareness mereka terhadap HIV ini sendiri. Penyebarannya tidak dengan salaman saja terus tertular kan tidak. Kami berharap pikiran mereka terbuka dan kalau ketemu dengan orang HIV tidak takut lagi sehingga tidak merasa terdiskriminasi,” jelas Aulia Kezia Mulyazhara, ketua pelaksana World Aids Day Back to 90’s.
Rangkaian World Aids Day ini sudah diawali sejak jauh hari, dimulai dengan membentuk komunitas yang peduli tentang isu HIV AIDS yang beranggotakan siswa SMA. Setelah membentuk komunitas, MSCIA mengajak komunitas tersebut untuk mengedukasi kembali kepada teman teman sebayanya. Selanjutnya untuk mengetahui lebih jauh kondisi real dilapangan, MSCIA mengadakan tes VCT (voluntary counseling and testing) terhadap suatu populasi.

“Kita juga ada tes vct kepada populasi kunci, yaitu populasi orang yang beresiko tinggi terkena HIV AIDS, seperti di lapas atau anak jalanan, tahun ini kami mengadakan di komunitas anak jalanan, yaitu di komunitas Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur, Alhamdulillah hasilnya negative HIV semua,” ungkap Kezia, sapaannya.
Kezia pun berharap, dengan adanya serangkaian kegiatan peringatan hari Aids sedunia ini, masyarakat lebih bisa peduli dan waspada terhadap penyakit HIV AIDS namun juga tidak memandang negative terhadap para survivor AIDS. (mp2/sir/aim)

sumber : https://www.malang-post.com

Share Button

Rayakan Hari Santri, FKDT Kabupaten Malang Gelar Tumpengan

Rayakan Hari Santri, FKDT Kabupaten Malang Gelar Tumpengan
Tumpengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN), 
SABTU, 20 OKTOBER 2018 – 10:53
RIYADLUL QURAN, MALANG  – Tumpengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT ) dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN), Sabtu (20/10/2018) siang digelar di aula Islamic Center, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Acara yang dihadiri sekitar 330 sekolah yang tergabung dalam FKDT itu berisi acara Istihosah, Ngaji dan Doa Bersama. Juga ikut serta dalam beberapa hal, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Drs Hari Sasongko, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Dr Umar, wakil dari Kementerian Agama Kabupaten Malang, dan perwakilan Forkopimda.

FKDT-2.jpg

Ketua DPC FKDT, Nasrul Mawardi MPD mengucapkan terimakasih atas kerja keras seluruh guru sekaligus panitia tumpengan yang sudah cukup lama digagas hingga dapat mewujudkan acara tumpengan ini.

FKDT adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang Nahdatul Ulama yang berjibaku ikut mendidik anak didik dalam soal pembentukan karakter agar menjadi manusia yang berahlak mulia. Itu dilakukan karena mereka memaklumi bahwa pendidikan mereka dalam pendidikan formal mantan kurang

Sederhana, Gambar dan File Hosting Gratis di MediaFire

“Madarasah diniyah takmiliyah ini penyempurna pendidikan agama dari pendidikan formal. Tujuan kami tidak lain untuk membantu membangun karakter anak didik di Kabupaten Malang,” tandas Nasrul.

Tumpengan kali, kata Nasrul tujuannya adalah untuk membangun sebuah kebersamaan, kekompakan dan kesederhanaan pendidikan madarasah diniyah takmiliyah agar mendapat nilai barokah.

Sederhana, Gambar dan File Hosting Gratis di MediaFire

“Madarasah diniyah takmiliyah ini penyempurna pendidikan agama dari pendidikan formal. Tujuan kami tidak lain adalah untuk membantu membangun karakter anak didik kita di Kabupaten Malang agar menjadi manusia yang berahlak mulia,” ucapnya.

Melalui istiqosah  FKDT Kabupaten Malang  ini, kata dia, juga diharapkan Kabupaten Malang menjadi daerah yang damai dan sejahtera. “Kami juga ingin tahu Pemerintah Daerah. Kami memiliki hak asasi manusia. Kami adalah perusahaan yang mandiri dan kami memiliki pejuang-pejuang dan aktivis yang tanpa pamrih membantu membentuk karakter anak bangsa ini,” ujarnya. (*)

Sederhana, Gambar dan File Hosting Gratis di MediaFire

Sederhana, Gambar dan File Hosting Gratis di MediaFire

sumber:  https://www.timesindonesia.co.id

Share Button

 Rusuh di Unikama, 5 Orang Luka


MALANG – Kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mencekam, Senin (15/10). Saling serang antara dua kelompok massa dan hujan batu mengawali pagi di kampus yang berlokasi di Jalan S Supriadi, Sukun itu.

Akibat bentrok fisik tersebut, fasilitas gedung rektorat Unikama rusak. Mulai dari pagar depan ambruk, kaca gedung pecah hingga kebutuhan kursi terobrak-abrik. Setidaknya, ada lima korban yang masih berstatus di RST Soepraoen. Yakni, Sugiyo, 52, Joko Umbaran, 74, Muhammad Zikri, 28, Kasiyadi, 54 dan Ahmad Munir, 23.
Mereka membahas luka memar di bagian kepala dan lecet. Sedangkan, orang lain yang menderita sakit dan hanya lecet langsung pulang setelah itu. Dari informasi yang dihimpun Malang Post, rusuh di Unikama dimulai pukul 06.30 WIB. Sekelompok massa yang terdiri atas 50 orang merangsek masuk ke gedung rektorat.

……… Saat ini, massa ini bertemu dengan kelompok lain yang lebih besar. Aksi lempar batu tak terelakkan. Kedua kubu saling berteriak dan mengumpat.
Massa yang dulu pertama merangsek bertahan di dalam ruangan rektorat. Sedangkan, yang lebih besar, mengepung dari luar gedung. Akibat hujan batu, ada delapan korban, dengan lima orang korban berdarah di RST Soepraoen Sukun.
Polres Malang Kota (Makota) beserta jajaran Polsek Sukun langsung meluncur ke lokasi setelah menerima informasi tersebut. Satu kompi petugas polisi dari berbagai satuan, dibantu personel Kodim Kota Malang merapat untuk meredam tulang. Polsek Sukun yang sudah duluan berada di lokasi kompilasi konflik meletup pagi hari, termasuk massa bentrok yang berkepanjangan.

Begitu satu kompi pasukan polisi melerai bentrok, petugas mengambil keputusan untuk membubarkan kerusuhan ini. Massa pertama dievakuasi ke truk Dalmas Polres Makota, untuk di aman dari genggaman lain yang sudah mengepung di luar. Polisi membuat pagar betis saat massa pertama satu per satu menaiki truk. Meski suasana saat proses evakuasi, polisi berhasil meredam pembicaraan dan membubarkan massa sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, gedung kampus Unikama langsung diberi garis polisi sebagai TKP tindak kejahatan. “Kami memiliki polisi, untuk penyelidikan, karena ada dugaan tindak pidana dalam kerusuhan tadi,” ujar Anang kepada wartawan, saat menguasai.

Pengurus Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) PGRI kubu Selamet Riyadi angkat bicara. Mereka mengatakan kubu lama yang telah diberi masa jabatan sebagai biang kericuhan. Pimpinan PPLP-PGRI Selamet Riyadi mengatakan, konflik berawal dari sosok rektor lama Dr Pieter Sahertian yang melakukan wisuda Sabtu (13/10) lalu. Ia mengklaim Pieter sudah bukan rektor pendidikan masa habisnya hari sebelum wisuda. Plt Rektor yang diangkat oleh PPLP-PGRI, Dr Koenta Adji mengaku sebagai rektor yang baru dan sah.

“Kami harap Pak Pieter bersama pendukungnya legowo. Kami pengurus yang sah menurut Dikti. Kami yang berhak melakukan kepengurusan dan perkuliahan,” terang Selamet ditemui di Jalan Keben II Permai, Sukun. Ia mengaku berada di Tulungagung saat kericuhan terjadi. Seketika itu langsung meluncur ke Malang. Dia mendapat kabar ada perlawanan dari pihak pendukung Pieter Sahertian, yang menurut Selamet, dikoordinir Joyce Soraya, mantan Wakil Rektor III, serta sekelompok dosen dan karyawan.
Selamet menyebut massa yang masuk ke Unikama kali pertama adalah mahasiswa  yang memprotes wisuda oleh Pieter. Mereka beralasan Pieter sudah tidak lagi menjabat sebagai rektor. Menurut Selamet, massa yang disebutnya sebagai mahasiswa itu, ingin menempatkan Koenta Adji di kantor rektor karena dianggap sudah sah setelah dilantik PPLP-PGRI Selamet.
“Itu murni gerakan mahasiswa, yang protes wisuda Unikama oleh Pieter, padahal Pieter tak sah sebagai rektor. Rektor baru sudah ada, dan telah dilantik, yaitu Koenta Adji. Mahasiswa ingin menempatkan rektor baru untuk pimpin kampus, tapi dilawan pendukung Pieter,” sambung Selamet.

Dia membantah para mahasiswa yang datang kali pertama dikerahkan untuk menyerbu kampus. Menurut Selamet, para mahasiswa ini murni bergerak karena kekesalan terhadap rektor lama yang tak mau legowo.
Usai konflik ini terjadi, Selamet mengaku berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Dia menegaskan  terbuka untuk berkomunikasi dengan kubu Pieter Sahertian. Syaratnya, Selamet ingin pertemuan dihadiri Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Ristekdikti. “Sesuai arahan polisi, pertemuan dengan pihak sana. Tapi, kami minta ada Dikti hadir, kalau gak, pasti berat sebelah,” tuturnya.

Sementara itu, kubu Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian, M.Si, menjelaskan tidak tahu persis bagaimana awal mulanya bentrok terjadi. Namun berdasarkan laporan versi mereka, , kelompok Selamet Riyadi yang menerobos pagar hingga roboh. Pihak seteru  juga mengajak mahasiswa yang sudah non aktif dimobilisasi dalam aksi itu.
“Mereka masuk kemudian menduduki, menguasai bahkan merusak beberapa fasilitas kampus serta berdasarkan informasi juga mengacak dokumen yang ada di rektorat dan BAU,” urai Pieter.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemaksaan yang dilakukan oleh kubu pengurus baru bukan baru kali ini terjadi. Pada 30 April lalu juga sudah melakukan aksi yang sama,yakni menyerang dan menduduki kantor yayasan namun akhirnya berhasil dihalau keluar.
“Gaya-gaya premanisme seperti ini kok masih dipelihara di kampus. Kami sangat menyesal dengan kejadian seperti itu. Artinya cara-cara untuk memperoleh jabatan harusnya ada prosedurnya,” jelasnya.
Selain menyoroti kubu lawan, Pieter juga menyayangkan apa yang dilakukan oleh kubu Koenta Adji yang mengangkat Erik Teguh Prakoso, S.Pd, M.Pd dari dosen Bimbingan dan Konseling menjadi Wakil Rektor III.

“Dengan kejadian kericuhan tersebut mahasiswa mungkin merasa khawatir sehingga  menghentikan kegiatan perkuliahannya. Namun sudah saya imbau bagi wilayah rektorat untuk tetap memberikan pelayanan bahkan besok (hari ini, red) sudah bisa kembali kuliah,” tandasnya.

Sebelumnya Pieter Sehartian sudah menginformasikan kepada selurh civitas akademika untuk akses keluar masuk kampus melalui satu pintu saja. Tujuannya untuk menghindari adanya kekerasan, upaya-upaya penyerangan yang dapat menimbulkan kegaduhan, ketidaknyamanan, maupun ketidakamanan lingkungan kampus. (fin/lin/van)

sumber : https://www.malang-post.com

 

Share Button

Dikepung Bencana, Puncak HSN 2018 Diisi Istighotsah Kubro, Dihadiri Jokowi-Kiai Ma’ruf

BERSIH DARI POLITIK: Tampak Ketua Panitia HSN 2018, Reza Ahmad Zahid (tengah) saat menjelaskan akan ada sejuta ummat yang ikut istighotsah kubro. (FT.faisal)

SURABAYA | duta.co – Terjadinya bencana di sejumlah daerah serta masalah yang melilit bangsa, membuat puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, diisi dengan Istighotsah kubro.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim menggelar Istighotsah Kubro di Gor Delta Sidoarjo Ahad 21 Oktober 2018 untuk Keselamatan dan Persatuan Bangsa.

Ketua Panitia HSN 2018, Reza Ahmad Zahid mengatakan, tema ini dipilih karena banyaknya bencana yang melanda Indonesia, secara beruntun akhir akhir ini.

“Berawal dari keprihatinan terhadap musibah yang bertubi-tubi di negeri ini,” jelasnya di depan wartawan jelang HSN 2018 di kantor PWNU Jatim, Kamis (11/10).

Sedangkan untuk Persatuan Bangsa, jelasnya, adalah berangkat dari keprihatinan atas berita berita yang hadir tanpa dasar, atau disebut dengan hoax yang dapat memecah belah Bangsa. “Mereka (para Kiai, red) resah,” imbuhnya.

Sementara itu KH Syafruddin Syarif, Katib Syuriah PWNU Jatim, menegaskan istighotsah kubro di tahun ke 3 hari santri nasional ini untuk memohon keselamatan pada Allah.

“Jika tidak dilakukan, 2019 Indonesia akan tenggelam. Kita berkeyakinan tidak akan mampu mengubah takdir kecuali dengan doa, soal cincin api yang bergerak,” tutur kiai mewakili jajaran PWNU ini.

HSN 2018 tersebut, ditargetkan akan diikuti sejuta umat. Mulai dari Kiai, santri, dan juga masyarakat umum, diajak untuk mengikuti Istighosah Kubro untuk Keselamatan dan Persatuan Bangsa.

Massa ini berasal dari para santri se-Jatim, masyarakat umum, para Kiai, pejabat dan seluruh elemen masyarakat lainnya.

Istighotsah Kubro akan diawali dengan Kirab Santri, yang dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. Tetapi dipastikan, hanya bendera merah putih dan bendera NU yang berkibar.

Kirab santri dipimpin Presiden pada pukul 05.30 WIB, dari alun alun menuju GOR Delta Sidoarjo. Tepat jam 07.00 WIB Istighotsah dimulai, dan diperkirakan pukul 10.00 WIB selesai. (zal)

sumber : https://duta.co

Share Button

Banyak Bencana, PWNU Jatim Gelar Istigasah Kubro di Puncak HSN 2018

Banyak Bencana, PWNU Jatim Gelar Istigasah Kubro di Puncak HSN 2018

Pengurus PWNU Jatim menyampaikan keterangan pers tentang acara Istigasah Kubro di kantor PWNU, Kamis (11/10/2018). (Foto: iNews Id Ihya ‘Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 21 Oktober akan diisi dengan Istigasah Kubro. Agenda ini sengaja dipilih untuk berbagai musibah di negeri ini. Dari mulai gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, juga gempa terbaru di Sumenep dan Situbondo Jawa Timur. 

“Beberapa tahun lalu beberapa kiai sepuh berkumpul di Surabaya. Membahas berbagai bangsa. Dari situlah kami diperintahkan menggelar Istigasah Kubro. Berdoa untuk kebangsaan,” kata Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif, Kamis (11/10/2018).

Syafrudin menjelaskan, ada berbagai kegelisahan yang ditemukan oleh para ulama sepuh yang terkait kondisi bangsa saat ini. Dari mulai bencana, perang ideologi menjadi perpecahan antarkelompok. Ini perlu bantuan spiritual untuk penyelamatan. 

“Maka perlu digelar istigasah untuk memohonaf pada Allah. Jika tidak dilakukan, 2019 Indonesia akan tenggelam. Kita tidak akan mampu mengubah pikiran dengan doa. Selain itu, kita akan bergerak,” katanya. 

Ketua Panitia HSN 2018, Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) mengatakan, Istigasah Kubro pada 21 Oktober nanti akan digelar di Gor Delta Sidoarjo. Selain karena representatif, tahun ini stadion milik Sidoarjo ini juga untuk acara yang sama. 

“Pada istigasah kali ini kami mengangkat tema Istigasah untuk dan Persatuan Bangsa,” katanya.  

Gus Reza menambahkan, ini sengaja dipilih karena bencana yang melanda Indonesia, secara beruntun akhir-akhir ini. “Berawal dari pengaruh terhadap musibah yang bertubi-tubi di negeri ini,” ungkapnya. 

Sedangkan tema Persatuan Bangsa dipilih dari berita-berita yang hadir tanpa dasar, atau disebut dengan tipuan yang dapat memecah belah Bangsa. “Mereka (para kiai) resah,” katanya. 

Gus Reza mengatakan, pada istigasah kubro nanti akan diikuti 1 juta santri dan kiai. Di luar itu juga ada masyarakat umum. Massa mulai dari para santri se-Jatim, masyarakat umum, para kyai, pejabat dan seluruh elemen masyarakat lainnya. 

Sebagai rangkaian acara, Istigasah Kubro akan diawali dengan Kirab Santri. Mereka akan berjalan kaki dari alun-alun Sidoarjo menuju Gor. “Rencananya Presiden Jokowi akan hadir. Acara akan memimpin kirab mukai pukul 05.30 WIB, dari alun alun menuju GOR Delta Sidoarjo. Tepat jam 07.00 WIB Istigasah dimulai, dan diperkirakan pukul 10.00 WIB selesai,” ucapnya.

sumber : https://www.inews.id

Share Button

POLRES MALANG SEKTOR NGAJUM.|DI DESA NGASEM BERSAMA PERANGKAT DESA

Selasa tanggal 07 Agustus 2018 Pukul jam 09.30 Wib s/d selesai, Kapolsek Ngajum bersama dgn para kanit telah melakukan kegiatan berkunjung ke Kantor Desa, Sbb :

A.Lokasi kunjungan :
Kantor Desa Ngasem Kec Ngajum Kab Malang.

B.Hadir dalam giat tsb :
1. AKP Imam Mustaji,SH.,MH
Kapolsek Ngajum.
2. Ipda Asad Kanit Reskrim
3. Aiptu Feri Kanit Shabara
4. Aiptu Marjuni Kanit Humas
5. Aipda Slamet
6. Bripka Samsul Kanit Provost
7. Brig Suprapto Bhabinkamtibnas
Ds Ngasem
8. Sukarni Kades Ngasem
9. Setya Budi Kades Ngajum
10. Imam Bilin kasun Sanan
11. Fakeh kasun Ngasem
12. Staf perangkat Ds Ngasem

C.Tujuan kunjungan :
1. Agar terbentuk trus/ kepercayaan shg saling mendukung didalam pelaksanaan tugas terutama dlm Cipkon kamtibmas.
2. Untuk mengetahui kondisi sosial maupun kondisi siskamtibmas secara real di masyarakat.
3. Untuk mendapatkan Fitback dari masyarakat / melalui pihak Desa ttg Kinerja Polri yang selama ini sudah berjalan, khususnya Program2 Polres Malang.

*D. Dalam pelaksanaan kunjungan terdapat penyampaian pesan / informasi baik dr pihak Polsek Ngajum maupun perangkat Desa Ngasem sbb :

1.Kapolsek Ngajum menyampaikan :
a. Assalamualaikum Wr. Wb, mohon ijin dan terimaksih kami sampaikan kepada Pak Kades dan staf telah menerima kunjungan kami,
b. Kegiatan ini adalah implementasi dari salah satu program kerja Polri khususnya Polres Malang yaitu mendekatkan Polri kepada masyarakat secara langsung, dengan harapan ada masukan masukan untuk peningkatan kinerja Polri kedepan agar lebih baik.
c. Kami sampaikan bahwa saat ini, di wilayah hukum Polres Malang ada sedikit peningkatan kejahatan 3 C, baik di jalan maupun di pemukiman penduduk.
d.Oleh karena itu mohon di sampaikan kepada warganya agar tidak memakai perhiasan yang berlebihan, misalnya pada saat berbelanja sebaiknya tidak perlu memakai perhiasan yang mencolok, contoh lagi misalnya pada saat meninggalkan rumah, sebaiknya di titipkan kepada tetangga kanan kiri, sehingga ada yang membantu mengawasi.
e. Selain hal diatas, kami juga terus mengkampanyekan program Malang E – Policing, dimana di dalam aplikasi ini sangat bermanfaat sekali dalam membantu kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan biasa maupun yang emergency / darurat, syaratnya sangat mudah cukup dengan menginstal/ Duwnloads Mlang E -Policing kemudian memasukkan No HP /No Nik masing masing dengan maksud agar tidak ada orang orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan aplikasi ini.
f. Terkait dengan perayaan kemerdekaan dalam bentuk karnaval, sebaiknya memperhitungkan banyak faktor.
g. Hal lain yang perlu kami sampaikan adalah, saat ini Polres Malang termasuk dalam beberapa Polres lainnya di wilayah Jawa Timur, untuk penilaian Polres yang masuk dalam wilayah bebas korupsi, oleh karena itu mohon bantuanya di sampaikan kepada warganya agar tidak melakukan usaha menyuap/nyogok anggota Polri pada saat melayani masyarakat, misalnya pada saat warganya kena tilang mohon tidak melakukan nego nego di luar prosedur, silahkan langsung saja mengikuti sidang tilang atupun membayar di bank.
h. Dalam mengurus surat kehilangan juga jangan menyuap atau memberikan sesuatu ( Uang, Rokok dan Makanan )kepada petugas , dan akan di berikan pelayanan yang baik.

2. Ipda Asad Kanit Reskrim :
a.Terkait dengan situasi wilayah khususnya Polsek Ngajum, alhamdulillah masih dalam keadaan aman, ini pun juga berkat kerjasama masyarakat dan Polri.
b. Terkait dengan kegiatan atau ijin masyarakat, tentunya harus ada, baik itu sifatnya tontonan maupun tuntunan, hanya saja pada saat melaksanakan giat tersebut harus jelas dan pemohon harap datang sendiri untuk datang ke Polsek dengan maksud agar lebih jelas maksud dan bentuk kegiatan keramaian tersebut dan untuk membuat rencana pengamanan .

3. Brig Suprapto Bhabinkamtibmas Desa Ngasem menyampaikan:
a. Menambahkan apa yang telah di sampaikan bapak kapolsek semua itu adalah usaha dalam rangka meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat
b. Oleh sebab itu, mohon bantuannya disampaikan kepada warganya bahwa saat ini Polri sudah tidak sama dengan Polri yang dulu.
c. Kami siap hadir sewaktu waktu dalam kegiatan apapun, baik itu Posyandu, pengajian, dan lain sebaiknya
d. Terkait Penyuluhan Narkoba dan kamtibmas, silahkan saja sewaktu waktu bisa menghubungi Polsek Ngajum.

4.Kanit Provos, Bripka Samsul :
a. Sedikit menambahkan, diluar yang disampaikan bapak kapolsek, sesuai tugas kami.
b. Mohon jika ada polisi yang nakal, ataupun di luar prosedur silahkan menghubungi unit Provos Polsek Ngajum

Perangkat Desa Ngasem :
1. Kades Ngasem Bpk Sukarni :
-*. Terima kasih atas kunjungan bapak Kapolsek bersama para Kanit dan Bhabinkamtibmas di kantor Desa Ngasem
-.* Mohon maaf jika dalam penyambutan kami di rasa kurang memadai
-.* Terkait dengan situasi kamtibmas desa Ngasem kami sampaikan alhamdulillah hingga saat ini masih dalam keadaan aman
-.* Hingga saat ini kerja sama antara masyarakat, pihak desa dan Polri sudah berjalan baik, sehingga ada permasalahan sekecil apapun bentuknya segera dapat di selesaikan dengan baik.

Catatan :
1. Kunjungan Kapolsek bersama para kanit,dan Bbktm mendapat respon positif dari Kades dan perangkat Desa Ngasem.
2. Setiap kegiatan masyarakat sebaiknya di ajukan ijin dan pemberitahuan sebagai bahan pihak Polsek untuk membuat rencan pengamanan kegiatan.
3. Polsek Ngajum siap hadir sewaktu waktu ada kegiatan masyarakat.
4. Selama ini tidak ada masalah dalam bidang pelayanan di Polsek.
5. Personil Bbktm hadir dalam setiap kegiatan.
6. Di desa Ngasem hingga saat ini tidak ditemukan organisasi menyimpang dari Pancasila dan konsep Negara Kesatuan Indonesia.
7. Masyarakat Desa Ngasem dalam keadaan aman.

sumber : https://tribratanewsmalang.com

Share Button

 SMK PGRI 3 Bantu Lombok dan Palu


MALANG – Aksi kepedulian untuk Palu terus mengalir. Salah satunya dari SMK PGRI 3 Kota Malang. Bertekad meringankan beban masyarakat Palu, SMK PGRI 3 Malang menggalang donasi dari para siswa, Senin-Jumat (1-5/10). Total perolehan donasi mencapai Rp 11.156.000 terdiri dari siswa kelas X dan XII yang mencapai lebih dari Rp 9 juta, sisanya berasal dari orang tua dan beberapa aksi di luar sekolah.

Antusiasme siswa dalam membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sangat luar biasa. Bahkan beberapa siswa memiliki inisiatif sendiri untuk memberikan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok.

“Untuk penyaluran donasi yang terkumpul ini kami masih berusaha mencari yang terbaik, sampai saat ini masih menunggu karena ada beberapa alumni yang ingin menyumbang baju dan lain-lain, apakah ini nantinya disalurkan melalui lembaga lain ataukah kami sendiri yang terjun ke sana,” ungkap staff kesiswaan SMK PGRI 3 Malang, Samsudin, S.HI.

Ia melanjutkan, penggalangan dana ini dikoordinir oleh anggota OSIS yang selanjutnya diserahkan ke kesiswaan SMK PGRI 3 Malang. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap pagi selama lima hari sebelum pembelajaran berlangsung.
“Donasi yang terkumpul tersebut baru dari siswa, sementara ini masih belum menggalang dari guru bahkan masih menahan alumni untuk memberikan donasi lantaran masih mencari celah untuk penyalurannya,” terang Samsudin.
Terlebih saat ini sekolah masih mencari info bantuan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat Palu. Untuk donasi, SMK PGRI 3 Malang tidak pernah menargetkan berapa nilai yang harus diberikan, nilai bukanlah acuan yang terpenting yakni membiasakan siswa untuk membantu sesama dengan penuh keikhlasan.

Sebelumnya, SMK PGRI 3 Malang juga telah mengirimkan 15 relawan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Lombok yang terkena bencana gempa. Bantuan yang diberikan yakni berupa servis motor gratis dan instalasi listrik.

Humas SMK PGRI 3 Malang sekaligus Koordinator tim ekspedisi Lombok, Riyandi Agung Saputro, S.Or, mengungkapkan, selama kurang lebih dua minggu tim ekspedisi ini menyasar tiga titik yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Barat.
“Titik pertama yang kami kunjungi adalah Kabupaten Lombok Timur di Desa Sambelia ngecamp di SMA N 1 Sambelia selama tiga hari yang dikerjakan yakni servis motor grartis dengan setiap harinya rata-rata 40 unit motor,” ungkap Riyan, sapaan akrabnya.

Sedangkan tim listrik membenahi instalasi listrik yang ada di Polindes Desa Bakik Manis Kecamatan Sambelia dan MTs. Darus Solikhin yang materannya hancur karena tertimpa bangunan sehingga tim membangun instalasi ulang. Tak hanya itu bahkan tim ekspedisi Lombok SMK PGRI 3 Malang juga memperbaiki beberapa rumah warga di Desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia.

Titik selanjutnya yang dikunjungi yakni di Kabupaten Lombok Utara tepatnya ngecamp di SMAN 1 Tanjung yang merupakan titik gempa terdasyat (7,2 SR). Kegiatan yang dilakukan sama yakni memperbaiki motor warga dan membenahi instalasi listrik di sana. Setiap harinya tim ekspedisi Lombok SMK PGRI 3 Malang memperbaiki 30 motor atau sekitar 90 motor selama tiga hari serta  memperbaiki instalasi listrik di Pauda dan TK Mandiri di Desa Medana Kecamatan Pemenang. Sedangkan titik terakhir yang dikunjungi yakni Gunung Sari Kabupaten  Lombok Barat.

“Kami juga berhasil menjalankan misi kami yakni menghampiri beberapa siswa SMK PGRI 3 Malang yang keluarganya terdampak gempa di Desa Sembalun tepat di bawah lereng Gunung Rinjani, bertemu dengan orang tua siswa menyampaikan langsung keprihatinan kami, memberikan santunan dari para guru, dan beasiswa pendidikan selama 3 tahun di SMK PGRI 3 Malang gratis,” pungkasnya. (lin/adv/oci)

sumber : https://malang-post.com

Share Button
1 2 3 4 5 17